Beberapa hari ini berita mengenai mudik banyak menghiasi media massa. Salah satu berita yang sering menghiasi tema mudik adalah berita kecelakaan. Sudah biasa? Memang ini bukan hal baru tapi bukan berarti kecelakaan jadi bagian dari tradisi lebaran kan?
Bicara soal lebaran tak lepas dari bicara tentang mudik. Tradisi lebaran yang satu ini memang ngga pernah luntur. Berkumpul bersama keluarga dan bermaaf-maafan merupakan momen tak ternilai. Apalagi apabila kita merantau jauh dari sanak saudara, momen mudik pun terasa lebih spesial. Mendekati lebaran sarana transportasi penuh baik darat, laut, dan udara (itupun sudah ada penambahan tempat namun tetap saja habis terjual).
Suasana mudik memang jauh lebih terasa di transportasi darat. Sebab selain terlihat dari sesaknya jalan juga terlihat beberapa perbedaan seperti bertambahnya pos polisi, kemudian meningkatnya jumlah kendaraan bermotor, dan banyak produk yang membuat pos-pos mudik untuk beristirahat melepas penat. Ada yang ngasi servis motor gratis terus makanan minuman (produk) gratis sampai pemijatan gratis.. pokoknya serba gratis-tis-tis.. sambil promosi (jelas lah hehe)
Ngga cuma itu, kecelakaan transportasi darat juga sering terjadi dan sering diberitain. Hampir semua jenis transportasi darat seperti motor, mobil, bis, dan truk sering jadi langganan. Sangat disayangkan apabila momen indah justru berubah jadi sedih karena kehilangan…
Pernah menjadi saksi mata atas kecelakaan mudik di Boyolali, jadi alasan ‘yo’ untuk sekedar mengingatkan. Kecelakaan bis dan motor yang menewaskan ibu dan anak itu masih ‘yo’ ingat sampai sekarang. Pengguna sepeda motornya adalah keluarga yang terdiri atas suami istri dan anaknya. Mereka salah satu dari sekian banyak pemudik bersepeda motor yang turut beristirahat di sebuah SPBU (kebetulan ‘yo’ lagi disitu waktu magang di TATV hehe). Namun akibat terburu-buru ingin segera bertemu keluarga, sang bapak yang keliatan masih ngantuk itu memutuskan melanjutkan perjalanan. Saat menyeberang dari SPBU akibat kurang hati-hati, tanpa disadari ada bus di belakang dengan kecepatan tinggi. Kecelakaan tak terelakan.. tragis motor keluarga itu berada dibawah bus. Sang istri tewas seketika karena tepat berada dibawah ban bus (kayanya ga perlu dijelasin detail yak, kondisinya cukup saya aja deh yang liat). Suami dan anak dibawa ke rumah sakit terdekat, sayang nyawa si anak ga bisa diselamatin lagi. Satu hal yang ‘yo’ ingat, si suami dalam keadaan terluka dan setengah sadar terus mengigau nama istri dan anaknya… miris rasanya. Momen lebaran tentu terasa pahit… bahkan mungkin menimbulkan trauma…bagi bapak itu.
Karena itulah bagi teman-teman yang mudik dengan kendaraan harus lebih waspada , para supir dan pemilik transportasi umum harus saling mengingatkan untuk hati-hati. Semoga tips berikut bermanfaat :
1. Kondisi kendaraan harus diperhatikan
2. Khusus supir/pengendara jangan memaksakan kondisi kalau ngantuk ya istirahat.. manfaatin pos mudik produk yang banyak menawarkan fasilitas gratis hehehe
3. Khusus penumpang mobil pribadi.. sebisa mungkin jangan dibiarin supirnya sendirian. Paling ngga ada yang nemenin ngobrol ato ngasi permen ato muterin musik.. bisa juga jadi navigatornya jadi supir lebih santai dan hati-hati.. perjalanan mudik jadi ngga terasa tau-tau nyampe..
(berlaku untuk arus balik jg ni..)
Selasa, 22 September 2009
Nordin membawa suasana berbeda di lebaran tahun ini
Tahun ini kita semua dapat kembali merayakan lebaran. Seperti tahun-tahun sebelumnya suasana arus mudik dan menu ketupat opor ayam masih terasa sama. Namun khusus tahun ini suasana lebaran menjadi lebih spesial bagi negara kita. Penyergapan Nordin M.Top yang berujung pada tewasnya teroris nomor satu yang paling dicari tersebut menjadi hadiah yang punya arti tersendiri ..
Selama 7 tahun, warganegara malaysia ini menjadi dalang dari banyak aksi pengeboman yang menghilangkan banyak nyawa yang tak berdosa. Berawal di Bali (2002) kemudian JW Marriot (2005) lalu kedutaan Australia (2004) bahkan kembali ke Bali lagi (2005) hingga yang terakhir tempat yang juga pernah mengalami aksi serupa yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton (2009). Deretan aksi tersebut menunjukan bahwa sosok ini adalah teroris yang handal. Dalam penyelidikan diketahui bahwa pria kelahiran 11 Agustus 1968 tersebut merupakan sosok yang amat punya pengaruh dalam perkembangan teroris di Indonesia. Pertama, Nordin punya karisma sebagai perekrut dari “pengantin" (pihak yang mau melakukan bom bunuh diri). Kedua, Nordin juga merupakan pihak pendana, karena hanya Nordin lah satu-satunya pihak yang berhubungan dengan Al-Qaeda yang merupakan sumber pendanaan kegiatan teroris. Berbahayanya seorang Nordin M Top patut diakui, karena ia juga menjadi salah satu buronan FBI yang paling dicari. Dalam penangkapaannya, Nordin juga sangat licin dalam persembunyiannya. Ia selalu berhasil melarikan diri ketika keberadaannya terendus oleh kepolisian.
Pepatah menyebutkan “sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”. Setelah sekian lama, tanggal 17 September 2009 tepat 3 hari sebelum lebaran Densus 88 akhirnya berhasil menemukan persembunyian Nordin. Sebuah rumah kecil di daerah yang cukup terpencil di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Nordin disergap dan kemudian tewas. Kematian Nordin sendiri sebenarnya akibat dari bomnya sendiri, “senjata makan tuan” demikianlah yang terjadi. Nordin M Top sang buronan nomor satu akhirnya “mati konyol” di kamar mandi rumah tersebut.
Penyergapan Nordin M Top mungkin masih jadi pembicaraan hangat sampai hari ini. Penghargaan tertinggi patut diterima oleh kepolisian RI, masyarakat Indonesia dapat sedikit bernafas lega karena dalang dari mimpi buruk yang menghantui negara kita sudah tidak ada lagi. Kita berharap aksi pengeboman tidak terjadi lagi, tetapi bukan berarti kita tidak mewaspadai adanya Nordin yang lain. Tapi bagaimanapun juga sukacita lebaran tahun ini memang terasa berbeda bukan?
Refrensi 20/09/09
http://en.wikipedia.org/wiki/Noordin_Mohammad_Top
Selama 7 tahun, warganegara malaysia ini menjadi dalang dari banyak aksi pengeboman yang menghilangkan banyak nyawa yang tak berdosa. Berawal di Bali (2002) kemudian JW Marriot (2005) lalu kedutaan Australia (2004) bahkan kembali ke Bali lagi (2005) hingga yang terakhir tempat yang juga pernah mengalami aksi serupa yaitu JW Marriot dan Ritz Carlton (2009). Deretan aksi tersebut menunjukan bahwa sosok ini adalah teroris yang handal. Dalam penyelidikan diketahui bahwa pria kelahiran 11 Agustus 1968 tersebut merupakan sosok yang amat punya pengaruh dalam perkembangan teroris di Indonesia. Pertama, Nordin punya karisma sebagai perekrut dari “pengantin" (pihak yang mau melakukan bom bunuh diri). Kedua, Nordin juga merupakan pihak pendana, karena hanya Nordin lah satu-satunya pihak yang berhubungan dengan Al-Qaeda yang merupakan sumber pendanaan kegiatan teroris. Berbahayanya seorang Nordin M Top patut diakui, karena ia juga menjadi salah satu buronan FBI yang paling dicari. Dalam penangkapaannya, Nordin juga sangat licin dalam persembunyiannya. Ia selalu berhasil melarikan diri ketika keberadaannya terendus oleh kepolisian.
Pepatah menyebutkan “sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga”. Setelah sekian lama, tanggal 17 September 2009 tepat 3 hari sebelum lebaran Densus 88 akhirnya berhasil menemukan persembunyian Nordin. Sebuah rumah kecil di daerah yang cukup terpencil di Mojosongo, Solo, Jawa Tengah, Nordin disergap dan kemudian tewas. Kematian Nordin sendiri sebenarnya akibat dari bomnya sendiri, “senjata makan tuan” demikianlah yang terjadi. Nordin M Top sang buronan nomor satu akhirnya “mati konyol” di kamar mandi rumah tersebut.
Penyergapan Nordin M Top mungkin masih jadi pembicaraan hangat sampai hari ini. Penghargaan tertinggi patut diterima oleh kepolisian RI, masyarakat Indonesia dapat sedikit bernafas lega karena dalang dari mimpi buruk yang menghantui negara kita sudah tidak ada lagi. Kita berharap aksi pengeboman tidak terjadi lagi, tetapi bukan berarti kita tidak mewaspadai adanya Nordin yang lain. Tapi bagaimanapun juga sukacita lebaran tahun ini memang terasa berbeda bukan?
Refrensi 20/09/09
http://en.wikipedia.org/wiki/Noordin_Mohammad_Top
Langganan:
Komentar (Atom)
